Pagi itu, Balai Desa Kalisampurno tampak berbeda. Sejak pukul 09.00 WIB, suasana sudah penuh energi dengan kehadiran 25 perempuan hebat yang terdiri dari kader PKK dan calon petani milenial. Bukan sekadar kumpul-kumpul biasa, mereka hadir untuk mengikuti pelatihan intensif yang bertujuan membentuk Kelompok Tani Perempuan. Acara ini dibuka langsung oleh Ibu Yulia selaku Ketua PKK Desa Kalisampurno, didampingi oleh dua ahli dari Dinas Pertanian yang siap membekali para peserta dengan ilmu tani kekinian.
Penyuluh Pertanian Desa Kalisampurno, Ibu Suharti, membawa "angin segar" dengan memperkenalkan konsep pertanian masa depan. Tak lagi soal lumpur dan cangkul semata, para peserta diajak melek teknologi melalui aplikasi Simluh (Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian). Selain itu, materi mengenai pertanian digital presisi dan metode ramah lingkungan menjadi sorotan utama, membuktikan bahwa perempuan desa pun bisa menjadi garda terdepan dalam inovasi pangan yang berkelanjutan.
Tidak hanya teori, para "Srikandi" ini juga diajarkan teknik perawatan pertanian hidroponik yang sangat cocok diterapkan di lahan terbatas. Pelatihan ini bukan sekadar wacana; di penghujung acara, Ibu Suharti secara langsung membimbing proses pembentukan struktur Kelompok Tani Perempuan. Inisiatif ini menjadi langkah konkret agar para perempuan di Kalisampurno memiliki wadah resmi untuk berkembang dan mandiri secara ekonomi melalui sektor agrikultur.
Sebagai penutup yang mendebarkan, Ibu Suharti memberikan tantangan bagi mereka yang berjiwa muda. Tersedia kesempatan emas untuk mengikuti pelatihan lanjutan selama tiga hari di Lawang, Kabupaten Malang. Syaratnya cukup menantang: peserta harus berusia di bawah 45 tahun! Ini adalah peluang besar bagi para penggerak desa untuk memperdalam ilmu dan membawa perubahan nyata bagi sektor pertanian di Sidoarjo.